
pondokbetung.com – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kolong tol Jembatan Pondok Betung, RT 05 RW 04, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (26/6/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, pria tersebut diduga adalah seorang tuna wisma yang berusia sekitar 30-an tahun. Ciri-ciri korban, yang memiliki rambut keriting panjang dan berperawakan kurus, mencakup tinggi badan sekitar 160 centimeter dan badan yang dipenuhi tato, beberapa di antaranya tampak telah dihapus.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaos oblong berwarna biru dan hanya memakai celana dalam. Tidak ditemukan identitas atau barang pribadi lain di sekitar tubuh korban. “Korban diduga meninggal karena penyakit,” jelas AKP Alexander. Sekitar pukul 08.00 WIB, dua jam sebelum penemuan, saksi mata yang lewat di area tersebut melihat pria itu duduk diam di trotoar. Namun, saat kembali melewati tempat yang sama sekitar pukul 10.00 WIB, saksi tersebut menemukan pria berambut panjang dan kurus itu sudah dalam kondisi terbaring tak bernyawa, dengan kakinya menggantung di got di samping trotoar.
Situasi di lokasi kejadian sempat menimbulkan kegaduhan di kalangan warga setempat. Kehadiran petugas kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan menambah rasa ingin tahu warga. Kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi dan meminta keterangan dari saksi mata untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian. Jenazah korban segera dibawa ke RSUD Kota untuk dilakukan autopsi, guna memastikan penyebab pasti kematian.
Kasus ini menarik perhatian masyarakat karena menyoroti masalah tunawisma yang ada di kota-kota besar seperti Tangerang Selatan. Menurut AKP Alexander, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan isu sosial dan kesehatan di kalangan tunawisma. “Kami akan terus menyelidiki kasus ini dan berharap dapat menemukan keluarga atau kerabat korban,” ujar AKP Alexander. “Selain itu, kasus ini juga mendorong kita untuk lebih memperhatikan kesejahteraan sosial terutama bagi kelompok rentan seperti tunawisma,” tambahnya.
Warga sekitar juga mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap kondisi sosial dan kesehatan di lingkungan mereka. “Kami sering melihatnya di sekitar sini, tapi tidak banyak yang tahu tentang asal-usul atau kondisinya,” ujar salah seorang warga. Insiden ini menggugah kesadaran komunal mengenai pentingnya bantuan sosial dan kesehatan bagi warga yang membutuhkan, terutama di daerah urban yang padat penduduk.